Kaum Zionis bercita-cita untuk membentuk "Eretz Israel" atau Israel raya, yaitu tanah yang dijanjikan di dalam Talmud, meliputi wilayah Arab Saudi, Suriah, Yordania, Mesir, sampai ke Irak, atau wilayah yang sekarang membentang dari sungai Nil sampai sungai Eufrat. Ini merupakan suatu wilayah paling strategis di dunia sepanjang jalur Mesopotamia Tidak perlu disebutkan jumlah warga Palestina yang tewas, deretan gedung-gedung yang telah hancur, dan rentetan peristiwa tragis menyayat hati dari masa ke masa yang menimpa kaum Muslimin. Kita yakin semua sudah mengetahuinya, saya hanya ingin mangajak pembaca untuk mengetahui perjalanan sejarah konspirasi Yahudi zionis di Timur Tengah.
Tepatnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang-orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan "amanat" yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896. Tidaklah mengherankan jika di tengah-tengah negara Timur Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.
Sejak awal Yahudi sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.
Sejak awal Yahudi sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.
Kongres pertama Zionis di Bassel, Swiss
Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Inggris menawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herlz (The Founding Father of Zionism) lebih memilih Palestina. The Founding Father of Zionism menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya.
Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903.
Ketika itu sebanyak 25 ribu orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari.
Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903.
Ketika itu sebanyak 25 ribu orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari.
pendudukan Tidak Sah Zionis Laknatullah 'alai
Melawan Kekejaman
Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Lalu muncul perjanjian Sykes Picot pada tahun 1915 yang menempatkan Palestina di bawah kekuasaan Inggris, dan menyerahkan palestina kepada Zionis. Pada masa inilah perlawana sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB yang membagi Palestina menjadi tiga bagian. Beberapa saat kemudian Israel memproklamirkan kemerdekaannya yang merupakan langkah awal untuk melancarkan kebiadabannya yang terus berlanjut hingga hari ini.
Apa yang dilakukan Zionis Israel terhadap Palestina tidak terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika Serikat. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit.
Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Lalu muncul perjanjian Sykes Picot pada tahun 1915 yang menempatkan Palestina di bawah kekuasaan Inggris, dan menyerahkan palestina kepada Zionis. Pada masa inilah perlawana sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB yang membagi Palestina menjadi tiga bagian. Beberapa saat kemudian Israel memproklamirkan kemerdekaannya yang merupakan langkah awal untuk melancarkan kebiadabannya yang terus berlanjut hingga hari ini.
Apa yang dilakukan Zionis Israel terhadap Palestina tidak terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika Serikat. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit.
Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris. Sekitar 600 ribu orang Yahudi menduduki wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina yang memberontak melawan kekejaman Israel.
Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel setelah gerakan Islam di kawasa Arab dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi. Dan pada tahun 1967 semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel.
Ummat Islam Palestina yang punya prinsip "Hidup Mulia atau Mati Syahid" terus melakukan jihad fiisabilillah yang terhimpun dalam satu kekuatan gerakan intifadhah setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat Yahudi.
Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel setelah gerakan Islam di kawasa Arab dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi. Dan pada tahun 1967 semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel.
Ummat Islam Palestina yang punya prinsip "Hidup Mulia atau Mati Syahid" terus melakukan jihad fiisabilillah yang terhimpun dalam satu kekuatan gerakan intifadhah setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat Yahudi.
Intifadha : "Lemparan Batu melawan dentuman Roket"
Pengepungan Teritorial
Perjuangan tidak hanya sampai di sini, kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka ,berbagai bentuk perjuangan dilakukan, seperti pembentukan Hamas (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988 atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin.
Kita mestinya mengetahui bahwa agenda dan tujuan utama dari konspirasi Amerika Serikat-Zionisme-Israel adalah menempatkan imigran Yahudi ke Palestina dan mengusir penduduk Palestina dari kampung halamannya.
Kaum Zionis bercita-cita untuk membentuk "Eretz Israel" atau Israel raya, yaitu tanah yang dijanjikan di dalam Talmud, meliputi wilayah Arab Saudi, Suriah, Yordania, Mesir, sampai ke Irak, atau wilayah yang sekarang membentang dari sungai Nil sampai sungai Eufrat. Ini merupakan suatu wilayah paling strategis di dunia sepanjang jalur Mesopotamia.
Untuk merealisasikan agenda dan tujuan mereka, Amerika Serikat dan Israel melakukan konspirasi atau kerja sama, secara terang-terangan ataupun rahasia, untuk mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai strategi "pengepungan teritorial" ke dalam wilayah Palestina maupun ke berbagai negara Arab yang punya potensi untuk mengancam eksistensi Israel.
Di satu sisi, Yahudi Zionis bekerja keras untuk mengusir rakyat Palestina di wilayah Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza agar keluar dari Palestina menuju Gurun Sinai dan Yordan. Di sisi lainnya, konspirasi Zionis, Inggris, dan AS berhasil menciptakan kekacauan dalam sistem internasional dengan mengabaikan resolusi PBB.
Keberhasilan yang cepat dari invasi tersebut menyebabkan kekuatan-kekuatan strategis Arab menjadi semakin lemah. Akibatnya, keseimbangan kekuatan (power of balance) di wilayah Timur Tengah menjadi semakin mantap dengan munculnya dominasi Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah. Dalam konteks strategis dan jangka panjang, mereka juga punya peluang besar untuk mengambil alih penguasaan ekonomi dan militer ke wilayah-wilayah Timur Tengah.
Perjuangan tidak hanya sampai di sini, kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka ,berbagai bentuk perjuangan dilakukan, seperti pembentukan Hamas (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988 atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin.
Kita mestinya mengetahui bahwa agenda dan tujuan utama dari konspirasi Amerika Serikat-Zionisme-Israel adalah menempatkan imigran Yahudi ke Palestina dan mengusir penduduk Palestina dari kampung halamannya.
Kaum Zionis bercita-cita untuk membentuk "Eretz Israel" atau Israel raya, yaitu tanah yang dijanjikan di dalam Talmud, meliputi wilayah Arab Saudi, Suriah, Yordania, Mesir, sampai ke Irak, atau wilayah yang sekarang membentang dari sungai Nil sampai sungai Eufrat. Ini merupakan suatu wilayah paling strategis di dunia sepanjang jalur Mesopotamia.
Untuk merealisasikan agenda dan tujuan mereka, Amerika Serikat dan Israel melakukan konspirasi atau kerja sama, secara terang-terangan ataupun rahasia, untuk mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai strategi "pengepungan teritorial" ke dalam wilayah Palestina maupun ke berbagai negara Arab yang punya potensi untuk mengancam eksistensi Israel.
Di satu sisi, Yahudi Zionis bekerja keras untuk mengusir rakyat Palestina di wilayah Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza agar keluar dari Palestina menuju Gurun Sinai dan Yordan. Di sisi lainnya, konspirasi Zionis, Inggris, dan AS berhasil menciptakan kekacauan dalam sistem internasional dengan mengabaikan resolusi PBB.
Keberhasilan yang cepat dari invasi tersebut menyebabkan kekuatan-kekuatan strategis Arab menjadi semakin lemah. Akibatnya, keseimbangan kekuatan (power of balance) di wilayah Timur Tengah menjadi semakin mantap dengan munculnya dominasi Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah. Dalam konteks strategis dan jangka panjang, mereka juga punya peluang besar untuk mengambil alih penguasaan ekonomi dan militer ke wilayah-wilayah Timur Tengah.
Karena itulah kita bisa mencermati adanya benang merah antara kepentingan Amerika Serikat dengan Zionis untuk menguasai Timur Tengah agar dapat menjamin kelangsungan industri dan ekonomi kapitalistiknya dalam merealisasikan cita-citanya membangun "Israel Raya" yang dapat mengontrol Timur Tengah pada khususnya, dan dunia pada umumnya.
Karena,Timur Tengah dikenal dalam sejarah sebagai pusat dari pergolakan peradaban-peradaban besar dunia. Titik temu dua kepentingan tersebut pada akhirnya menciptakan kombinasi strategis untuk menguasai wilayah Timur Tengah secara keseluruhan antara upaya untuk membungkam dan sekaligus menghancurkan berbagai elemen kekuatan di dalam wilayah Palestina yaitu pergerakan Jihad Islam dan terus berupaya untuk memperlemah negara-negara basis pendukung perlawanan seperti Lebanon, Suriah, Irak dan Iran yang dinilai dapat mengancam skenario dan rencana jangka panjang Amerika Serikat dan Israel dalam membangun imperium dunia secara hegemonik.
Karena,Timur Tengah dikenal dalam sejarah sebagai pusat dari pergolakan peradaban-peradaban besar dunia. Titik temu dua kepentingan tersebut pada akhirnya menciptakan kombinasi strategis untuk menguasai wilayah Timur Tengah secara keseluruhan antara upaya untuk membungkam dan sekaligus menghancurkan berbagai elemen kekuatan di dalam wilayah Palestina yaitu pergerakan Jihad Islam dan terus berupaya untuk memperlemah negara-negara basis pendukung perlawanan seperti Lebanon, Suriah, Irak dan Iran yang dinilai dapat mengancam skenario dan rencana jangka panjang Amerika Serikat dan Israel dalam membangun imperium dunia secara hegemonik.
Al Quds : Bumi yang diberkahi Sekelilingnya (QS Al Isra; 17: 01
Perilaku kebiadaban dan strategi penyerangan Zionis ke wilayah Palestina dan negara Timur Tengah lainnya, terus berlanjut sampai hari ini tanpa mengenal batas dan nilai kemanusiaan, kekejamannya dikecam oleh dunia karena telah melakukan penyerangan yang tidak proporsional, bahkan peristiwa ini menjadi catatan tak terlupakan yang terus mewarnai perjalanan sejarah dunia sampai detik ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggal kan komentar setelah membaca.